Sabtu, 03 September 2016

Pengangguran



            Setahun tiga bulan sudah saya lulus dari kuliah, namun apa yang saya dapat hingga sekarang? Ilmu? Iya saya mendapatkannya. Pengalaman? Benar saya juga mendapatkannya. Pekerjaan? Itu yang belum saya dapatkan –kecuali pekerjaan sambilan/paruh waktu. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Bukankah saya lulusan dari universitas ternama? Saya pun bingung dengan diri saya sendiri. Apa yang menyebabkan hingga sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Banyak analisa yang saya buat sendiri, mulai dari CV yang kurang/tidak menarik, gagal diwawancara, memilih-milih pekerjaan, hingga yang paling nyeleneh saya pikir saya memiliki penghalang (semacam ada gangguan ghaib yang terjadi pada saya). Konyol memang, jika dibilang malu jelas malu. Sudah setahun lewat masih belum mendapatkan pekerjaan. Namun itu fakta. Saya tidak dapat menyembunyikannya. Saya terlanjur malu hingga malas bertemu siapapun. Orang tua saya begitu kasihan, sudah mengurus anaknnya hingga lulus kuliah namun belum dapat kerja, lagi-lagi bergantung kepada orang tua. Semoga Tuhan memberikan kesehatan serta umur yang panjang untuk mereka.
            Lantas apa menjadi penyebabnya? Entahlah, saya begitu malas mengulik-ngulik penyebabnya. Mungkin saja ini cobaan dari Tuhan agar saya tidak sombong jadi orang (setidaknya itulah yang saya rasakan, sombong). Atau mungkin Tuhan marah dengan saya akibat dari perbuatan yang saya lakukan dulu. Saya tidak ingat pernah melakukan hal yang menyebabkan seperti ini, kecuali semesta memiliki cara kerja yang saya tidak ketahui, memang tidak saya ketahui. Muak dengan hidup ini jika boleh jujur. Eneg, kenapa orang kok sepertinya mudah sekali menjalaninya. Ya ya ya, lagi-lagi saya mengeluh. Bodo amatlah, mau mengeluh mau enggak, mau bunuh diri pun nggak ada yang peduli. Saya jahat. Mungkin saja. Saya kejam. Bisa jadi. Tergantung perspektif apa yang anda gunakan. Kadang saya merasa Tuhan tidak adil dengan hamba-Nya. Kadang-kadang ya bukan tiap kali. Ada alasan tersendiri menyebutnya begitu. Ah sudahlah, percuma juga. Mau mengeluh seperti apapun tidak akan mengubah nasib.
            Terus bagaimana dong? Saya tidak tahu. Usaha sudah. Minta tolong sudah. Sampai malu menceritakan keadaan saya kepada teman hanya untuk mendapatkan simpatik, semoga dia mau mencarikan jalan keluar. Dalam hal ini saya berharap “teman” saya mau memberikan pekerjaan juga tidak dapat menolong. Benar-benar ya, setelah lulus memang harus berjuang sendiri. Mau minta tolong seperti apapun tidak ada yang mau. Memang kalau lagi susah orang menjauh –termasuk saya sendiri juga menjauh karena malu. Mungkin mereka takut kalau-kalau saya menyusahkan mereka. Sudahlah. Memang sudah begini adanya. Intinya memang kalau belum mendapatkan pekerjaan membuat stress. Benar-benar membuat stress. Sebelum tidur kepikiran belum dapat kerja. Begitu juga pas bangun tidur. Ah ngehek memang! Bangsat! Susah banget dapat kerja. Semoga saya diampuni Tuhan karena tidak jarang sering menyalahkan Dia atas keadaan saya ini.
            Ya Tuhan, saya memohon ampun atas segala kesalahan saya, segala perbuatan yang pernah saya lakukan baik yang saya lakukan dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Baik yang saya ketahui maupun tidak ketahui. Semoga Engkau mau memaafkan hamba-Mu ini. Semoga Engkau memaafkan keluh kesah saya dengan menulis cerita ini. Maafkan saya hamba-Mu yang lemah ini. Sesungguhnya saya hanya menyakiti diri sendiri, mendzolimi diri sendiri. Ampunilah saya. Amin ya Robal alamin. Semoga saya cepat dapat kerja, AMIN!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar