Setahun
tiga bulan sudah saya lulus dari kuliah, namun apa yang saya dapat hingga
sekarang? Ilmu? Iya saya mendapatkannya. Pengalaman? Benar saya juga
mendapatkannya. Pekerjaan? Itu yang belum saya dapatkan –kecuali pekerjaan
sambilan/paruh waktu. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Bukankah saya lulusan
dari universitas ternama? Saya pun bingung dengan diri saya sendiri. Apa yang
menyebabkan hingga sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Banyak analisa
yang saya buat sendiri, mulai dari CV yang kurang/tidak menarik, gagal
diwawancara, memilih-milih pekerjaan, hingga yang paling nyeleneh saya pikir saya memiliki penghalang (semacam ada gangguan
ghaib yang terjadi pada saya). Konyol memang, jika dibilang malu jelas malu.
Sudah setahun lewat masih belum mendapatkan pekerjaan. Namun itu fakta. Saya
tidak dapat menyembunyikannya. Saya terlanjur malu hingga malas bertemu
siapapun. Orang tua saya begitu kasihan, sudah mengurus anaknnya hingga lulus
kuliah namun belum dapat kerja, lagi-lagi bergantung kepada orang tua. Semoga
Tuhan memberikan kesehatan serta umur yang panjang untuk mereka.
Lantas
apa menjadi penyebabnya? Entahlah, saya begitu malas mengulik-ngulik penyebabnya. Mungkin saja ini cobaan dari Tuhan
agar saya tidak sombong jadi orang (setidaknya itulah yang saya rasakan,
sombong). Atau mungkin Tuhan marah dengan saya akibat dari perbuatan yang saya
lakukan dulu. Saya tidak ingat pernah melakukan hal yang menyebabkan seperti
ini, kecuali semesta memiliki cara kerja yang saya tidak ketahui, memang tidak
saya ketahui. Muak dengan hidup ini jika boleh jujur. Eneg, kenapa orang kok
sepertinya mudah sekali menjalaninya. Ya ya ya, lagi-lagi saya mengeluh. Bodo
amatlah, mau mengeluh mau enggak, mau bunuh diri pun nggak ada yang peduli.
Saya jahat. Mungkin saja. Saya kejam. Bisa jadi. Tergantung perspektif apa yang
anda gunakan. Kadang saya merasa Tuhan tidak adil dengan hamba-Nya.
Kadang-kadang ya bukan tiap kali. Ada alasan tersendiri menyebutnya begitu. Ah
sudahlah, percuma juga. Mau mengeluh seperti apapun tidak akan mengubah nasib.
Terus
bagaimana dong? Saya tidak tahu. Usaha sudah. Minta tolong sudah. Sampai malu
menceritakan keadaan saya kepada teman hanya untuk mendapatkan simpatik, semoga
dia mau mencarikan jalan keluar. Dalam hal ini saya berharap “teman” saya mau
memberikan pekerjaan juga tidak dapat menolong. Benar-benar ya, setelah lulus
memang harus berjuang sendiri. Mau minta tolong seperti apapun tidak ada yang
mau. Memang kalau lagi susah orang menjauh –termasuk saya sendiri juga menjauh
karena malu. Mungkin mereka takut kalau-kalau saya menyusahkan mereka.
Sudahlah. Memang sudah begini adanya. Intinya memang kalau belum mendapatkan
pekerjaan membuat stress. Benar-benar membuat stress. Sebelum tidur kepikiran
belum dapat kerja. Begitu juga pas bangun tidur. Ah ngehek memang! Bangsat!
Susah banget dapat kerja. Semoga saya diampuni Tuhan karena tidak jarang sering
menyalahkan Dia atas keadaan saya ini.
Ya
Tuhan, saya memohon ampun atas segala kesalahan saya, segala perbuatan yang
pernah saya lakukan baik yang saya lakukan dengan sengaja ataupun tidak
sengaja. Baik yang saya ketahui maupun tidak ketahui. Semoga Engkau mau
memaafkan hamba-Mu ini. Semoga Engkau memaafkan keluh kesah saya dengan menulis
cerita ini. Maafkan saya hamba-Mu yang lemah ini. Sesungguhnya saya hanya
menyakiti diri sendiri, mendzolimi diri sendiri. Ampunilah saya. Amin ya Robal
alamin. Semoga saya cepat dapat kerja, AMIN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar