Yeah!!! Akhirnya saya kerja juga!! Wuhuuuu!! Mantap! Hehehe. Jadi gini ceritanya, semakin hari semakin merasa tertekan karena belum dapat kerja juga. Walaupun orang tua tidak memaksa, karena saya anak tunggal, jadi cenderung dimanja, bagaimanapun juga nggak enak. Sudah setahun lebih lulus kuliah kok masih belum dapat kerja tetap. Banyak orang cuma bisa komentar tanpa memberi solusi. Orang-orang ngehek lah kayak gitu. Bisanya hanya komentar ini itu. Saya harus begini begitu, nggak usah banyak omong cukup kasih saya kerjaan juga kelar, nggak usah banyak omong kalau tidak bisa kasih solusi! Huh! Malah jadi ngalur ngidul ceritanya. Okay, lanjut kembali, waktu tidur saya bermimpi tentang McDonald. Ceritanya entah mengapa saya ada di McDonald tapi bukan sedang membeli makanan tapi seperti bentuk kantor gitu. Pas kebangun, saya merenungi kembali, jangan-jangan ini petanda bahwa saya harus kerja di Mcdonald. Mungkin saja saya akan seperti SpongeBob kerja di restoran makanan siap saji. Lalu siang harinya pada tanggal 4 September 2016 saya buka akun pencari kerja J*bstr**t, saya cari kata kerja “McDonald” dan ternyata ada lowongan! Mantap nih dalam hati. Udah gitu lowongannya MT pula, yaudah saya masukin saja. Terus tertulis dibagian bawahnya jika berminat bisa langsung mengantarkan CV ke kantor yang ada di daerah Kelapa Gading, harus disertai posisi yang diinginkan dipojok kiri atas. Okay, saya minat. Saya akan melamar ke perusahaan ini. Walau gitu saya tetap mencari dengan kata kunci “management trainee” dan keluar banyak sekali, seperti semburan pas c*** hihihi. Saya masukin saja lamaran yang memberikan lowongan MT, ada banyak, saya pilih-pilih juga, nggak mau sembarang masukin. Eh tiba-tiba kepikiran untuk mencari berdasarkan nama perusahaan. Saya ketik saja “KOI” dan ternyata ada lowongan juga, MT untuk penempatan Soekarno Hatta. Yaudahlah, sudah nggak mikir lagi mau di mana, masukin saja.
Singkat cerita, lalu saya siapkan berkas-berkas penting dan tidak lupa membeli amplop cokelat, amplop yang mencirikan seorang pencari kerja hehe. Pas di warung tempat jual alat-alat perkakas tulis, entah mengapa saya ingin membeli dua bukannya satu. Yaudahlah nggak penting juga alasan kenapa beli dua bukan satu, pokoknya kepengen aja. Sampai di rumah saya memilah-milah berkas yang akan saya masukkan ke amplop, tidak lupa dibagian kiri atas diharuskan tertulis posisi yang diinginkan –dalam hal ini lamaran ke McDonald. Ketika sudah selesai, saya berniat untuk mengantarkan lamaran ini esok harinya. Namun karena ada halangan atau karena malas gitu saya menunda-nunda. Saya akan mengantarkan esok harinya lagi yaitu hari Selasa. Dan pas hari Selasa lagi-lagi saya malas untuk mengantarkannya. Ketahuanlah ya saya tidak dapat kerja selama ini karena apa, karena malas bukan karena tidak berkompeten atau hal lainnya. Biar bagaimanapun malas juga kemewahan. Bisa malas itu kenikmatan tiada tara. Anda sanggup untuk melakukan sesuatu tapi anda malas, anda memilih untuk tidak melakukannya bukan karena anda tidak bisa tapi murni karena anda tidak mau untuk bergerak, karena malas! Jelas kan malas itu kemewahan. Okay, lanjut kembali, ketika hari Selasa saya memutuskan hari Rabu saja saya kirim. Toh tinggal kirim doang kan. Nah ketika hari Rabu telah datang, saya mendapatkan sms untuk mengikuti sesi wawancara tanggal 8 September 2016 di Plaza Kedoya untuk MT dari KOI Cafe. Wah kebetulan banget nih belum ngirim lamaran ke McDonald, ternyata Tuhan menggiring saya untuk masuk kerja ditempat lain hehe. Kebetulan lagi saya membeli amplop cokelatnya dua, jangan-jangan memang ini petanda dari Tuhan. Dia telah menjawab doa-doa saya selama ini. Dan ya, saya memilih untuk mengikuti wawancara di KOI Cafe dan tidak mau lagi repot-repot mencari kerja. Saya ambil saja yang ada di depan mata.
Singkat cerita, lalu saya siapkan berkas-berkas penting dan tidak lupa membeli amplop cokelat, amplop yang mencirikan seorang pencari kerja hehe. Pas di warung tempat jual alat-alat perkakas tulis, entah mengapa saya ingin membeli dua bukannya satu. Yaudahlah nggak penting juga alasan kenapa beli dua bukan satu, pokoknya kepengen aja. Sampai di rumah saya memilah-milah berkas yang akan saya masukkan ke amplop, tidak lupa dibagian kiri atas diharuskan tertulis posisi yang diinginkan –dalam hal ini lamaran ke McDonald. Ketika sudah selesai, saya berniat untuk mengantarkan lamaran ini esok harinya. Namun karena ada halangan atau karena malas gitu saya menunda-nunda. Saya akan mengantarkan esok harinya lagi yaitu hari Selasa. Dan pas hari Selasa lagi-lagi saya malas untuk mengantarkannya. Ketahuanlah ya saya tidak dapat kerja selama ini karena apa, karena malas bukan karena tidak berkompeten atau hal lainnya. Biar bagaimanapun malas juga kemewahan. Bisa malas itu kenikmatan tiada tara. Anda sanggup untuk melakukan sesuatu tapi anda malas, anda memilih untuk tidak melakukannya bukan karena anda tidak bisa tapi murni karena anda tidak mau untuk bergerak, karena malas! Jelas kan malas itu kemewahan. Okay, lanjut kembali, ketika hari Selasa saya memutuskan hari Rabu saja saya kirim. Toh tinggal kirim doang kan. Nah ketika hari Rabu telah datang, saya mendapatkan sms untuk mengikuti sesi wawancara tanggal 8 September 2016 di Plaza Kedoya untuk MT dari KOI Cafe. Wah kebetulan banget nih belum ngirim lamaran ke McDonald, ternyata Tuhan menggiring saya untuk masuk kerja ditempat lain hehe. Kebetulan lagi saya membeli amplop cokelatnya dua, jangan-jangan memang ini petanda dari Tuhan. Dia telah menjawab doa-doa saya selama ini. Dan ya, saya memilih untuk mengikuti wawancara di KOI Cafe dan tidak mau lagi repot-repot mencari kerja. Saya ambil saja yang ada di depan mata.
Wawancara saya dengan interviewer berjalan lancar. Tapi ada sedikit kesalahan-kesalahan yang saya buat seperti salah hitung angka perkalian desimal dan tidak bisa memperkanalkan diri dalam bahasa Inggris. Sedih banget dalam hati, selama ini saya ngapain saja hingga memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris saja saya tidak bisa. Ketika semua ini selesai, tanggal 13 September 2016 saya mendapatkan email berisi kontrak kerja. Wah senang sekali, akhirnya saya kerja juga. Setelah setahun lulus, akhirnya kerja tetap juga. Bisa bayar hutang, bisa beli barang yang diinginkan, bisa menabung, apalagi kalau punya pacar bisa jalan sama pacar tapi sayangnya belum punya. Saya yakin sekali pada akhirnya saya juga akan punya pacar hingga nikah nanti hehehehe. Setelah menandatangi kontrak dan mengirimkan balik hasil scan-an. Jadilah saya akan memulai kerja pada tanggal 19 September 2016. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah menjawab doa-doa saya selama ini. Saya akan bekerja sebaik mungkin demi menggapai cita-cita. Salam sejahtera bagi yang membaca tulisan saya ini, itu pun kalau ada, nggak ada yang baca pun bodo amat, yang penting saya puas telah menuangkan apa yang ada dipikiran saya ke dalam tulisan singkat ini. Intinya jangan menyerah, semangat terus, kejar terus keinginan, hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha, hanya orang-orang pengecut yang banyak mengeluh ini itu tapi usaha tidak maksimal. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari orang-orang sukses, mereka melampaui batas diri mereka menuju tak terhingga. Itulah motivasi saya, menuju tak terhingga dan melampauinya seperti ucapan Buzz Lightyear “To infinity and beyond!”